Wajahmu bagaikan cahaya rembulan yang mampu menyinari butit butir perasaanku
Ratapan matamu telah membendung wawasan cintaku
Untaian katamau, mengajarkanku arti ketulusan cinta dalam syariq ilahi
Aku bimbang, hatiku redup
perasaanku tenggelam, bahkan aku tak berdaya
hingga tak punya kata kata lagi
kata kata yang harus aku ucapkan padamu
Ibarat api membakar kayu menjadi debu
Namun terakhir
dalam detik kehabisan kata kataku
akan kusampaikan padamu
Aku ingin menjadi hari dan malammu

Belum ada tanggapan untuk "Puisi Jatuh Cinta - Perasaanku"
Post a Comment